Pages

Tuesday, December 30, 2014

Totalitas cinta

Detik-detik Rasulullah saw menjelang sakratul maut yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai  menguning,burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah. "Wahai umatku, kita semua ada dalam  kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, Sunnah dan Al Qur'an.Barang siapa mencintai  Sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku." Khutbah singkat itu diakhiri dengan  pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu.

Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun  menahan napas dan tangisnya, Ustman menghela napas panjang dan Ali  menundukkan kepalanyadalam-dalam, Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar-.Saat itu, seluruh sahabat  yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.

Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup, Sedang di  dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat  dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar  pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya  masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah,  ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkanbadan dan menutup pintu.  Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah aku ayah,  sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu  bagian wajahnya seolah hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan  kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.Dialah  malakul maut," kata Rasulullah. Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap  diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?" tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah  menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu." kata Jibril.  Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan,  "Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" tanya Jibril lagi, "Kabarkan  kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah,  aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku : 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada  di dalamnya." kata Jibril. Perlahan ruh Rasulullah ditarik,Tampak seluruh tubuh  Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernyamenegang, "Jibril, betapa sakit  sakaratul maut ini." Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. "Jijikkah kau  melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril? " tanyaRasulullah pada  Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah  direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik,  karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat niat maut ini,  timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan  Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi, Bibirnya  bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segeramendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu.-" Di luar pintu tangis mulai terdengar  bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya,  dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai  kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii? Umatku,umatku, umatku-" Dan, pupuslah  kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya?  Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wasalim 'alaihi Betapa cintanya  Rasulullah kepada kita.

Kepada sahabat-sahabat muslim mari kita cintai Allah dan RasulNya, seperti  Allah dan Rasulnya mencinta kita-. Karena sesungguhnya selain daripada itu  hanyalah fana belaka.


oleh:nyunyu

MEMBAWA SEPATU


Dua orang saleh dan terhormat pergi ke masjid  bersama-sama. Yang pertama melepas sepatunya, lalu meletakkannya rapi-rapi di luar pintu. Yang kedua melepaskan sepatunya, menangkupkan di kedua solnya, lalu membawanya masuk masjid.

Sekelompok orang-orang saleh lain, yang duduk di dekat pintu masjid. Terdengar pembicaraan tentang kedua orang yang  baru masuk  tadi;  yang  mana diantara keduanya yang benar. "Jika orang  masuk  mesjid  telanjang  kaki,  bukankah   sebaiknya meninggalkan  saja  sepatunya  di  luar?"  tanya  seseorang. Seorang yang lain menyambung, "Tetapi  tidakkah  kita  harus mempertimbangkan  bahwa  orang  yang  membawa  sepatunya  ke masjid itu selalu ingat akan dirinya?"

Ketika  dua  orang  saleh  itu  selesai  sembahyang,  mereka ditanyai  secara  terpisah  tentang  masalah  itu oleh kedua kelompok yang tadi berbeda pendapat.

Orang pertama menjawab, "Saya meninggalkan  sepatu  di  luar masjid  atas  alasan  biasa.  Jika seandainya ada orang yang ingin mencurinya, ia akan  berusaha  untuk  menahan  dirinya agar  tidak  melakukan  tindakan  haram itu, dengan demikian iapun  telah  mendapatkan  kebaikan  bagi  dirinya  sendiri. "Pendengarnya  sangat  terkesan oleh ucapan orang yang saleh itu, yang menganggap harta  miliknya  tak  begitu  berharga, sehingga  diserahkan  begitu  saja kepada nasib yang mungkin menimpanya.

Pada saat yang sama,  orang  kedua  berkata,  "Saya  membawa sepatu  saya  ke  masjid  karena  apabila saya tinggalkan di luar, mungkin akan menimbulkan  dorongan  untuk  mencurinya. Siapa  pun  yang  tak  bisa  menahan  dorongan  ini tentulah melibatkanku dalam dosanya." Pendengarnya  sangat  terkesan oleh   pernyataan   yang  saleh  itu  dan  memuji  kedalaman pikirannya.

Namun, ada orang lain,  yang  juga  bijaksana,  yang  berada diantara  kerumunan itu, berteriak, "Sementara kalian berdua dan para pengikutmu terbuai dalam perasaan  kecilmu,  saling bicara  tentang  hal-hal  yang  diandaikan, ada hal-hal yang sesungguh-sungguh nyata baru saja terjadi."

"Apa itu?" tanya kerumunan orang itu.

"Tak ada seorangpun yang tergoda oleh sepatu  itu.  Tak  ada orang  yang  tak  tergoda  oleh  sepatu itu. Si pendosa yang diandaikan itu tak pernah lewat. Namun, seseorang yang  sama sekali  lain  telah  memasuki  masjid,  seseorang  yang  tak memiliki sepatu-- yang tak memikirkan  akan  meninggalkannya di  luar  pintu atau membawanya ke dalam. Tak ada seorangpun yang memperhatikan perilakunya. Ia  tidak  menyadari  akibat yang  di  timbulkannya  terhadap orang-orang yang melihatnya atau  tak  melihatnya.  Namun,  karena   ketulusannya   yang mendalam,  doa-doanya  di  masjid  hari  ini secara langsung membantu meringankan orang-orang yang mungkin sunguh-sungguh mencuri  atau  tidak  jadi  mencuri  atau  memperbaiki  diri sendiri karena menghadapi godaan."

Apakah belum juga kau ketahui bahwa  sekedar  perilaku  yang sepenuhnya  disadari,    betapapun   berharganya dalam pengertiannya  sendiri,  merupakan  hal  yang  tak   berarti apabila  diketahui  bahwa  sesungguhnya ada orang-orang yang sungguh-sungguh, bijaksana?

Catatan
Kisah ini, yang berasal dari ajaran Kaum Khilwati, didirikan
oleh  Khilwati  yang  meninggal  tahun  1397,  sering sekali
dikutip. Pokok pikirannya, yang tersebar  luas  di  kalangan
darwis,   adalah   keyakinan   bahwa   mereka   yang   telah
mengembangkan nilai-nilai batiniyah memiliki  pengaruh  yang
jauh  lebih  besar  terhadap masyarakat daripada mereka yang
berusaha  bertindak  berdasarkan  alasan  moral  saja.  Yang
pertama  disebut  "Manusia  Tindakan yang Sebenar-benarnya,"
yang kedua "Mereka yang Tak Tahu namun seolah-olah Tahu! "


KONDISI UMAT ISLAM KONTEMPORER

sekilas 

Dunia Islam saat ini, sedang mengalami krisis besar-besaran  dalam setiap tahap perkembangannya, dimana umat Islam yang minoritas dalam segala segi di suatu negeri mendapatkan tekanan-tekanan, baik tekanan pemikiran, ideologi dan moral serta fisik. Secara intelektual kaum Muslimin sangat terbelakang dan semua  menyaksikan bahwa peradaban di antaranya teknologi ada di tangan non Muslim, sehingga umat Islam menjadi penonton peradaban bukan pengukir dan pengerajin. Sangat kontras dengan apa yang pernah diperlihatkan oleh generasi Islam pertama, yang oleh seorang penulis barat diakui perannya dalam membangun sebuah peradaban.
Demikian halnya dalam ideologi, karena intelektual (semangat berfikirnya) umat ini sangat lemah. Mereka tidak pernah sama sekali mengkaji sumber ideologi mereka yang sebenarnya (Al-Qur'an dan As-Sunnah), dimana di dalamnya ada sumber kekuatan yang sangat dahsyat, yang telah menghantarkan generasi awal kepada puncak kejayaan. Dengan kondisi seperti itu akhirnya umat ini menjadi rebutan ideologi-ideologi luar yang semakin melemahkan umat ini sehingga menjadi tidak berdaya.
Sudah barang tentu mereka menjadi obyek dan sasaran, dan bukan menjadi  pelaku, sehingga secara moral mereka sangat rapuh dan secara fisik mereka mudah dikalahkan. Lihat saja kasus Palestina, Kashmir, Bosnia, Chechnya,  Muslim minoritas di setiap negeri kerap menjadi sasaran empuk  orang di luar Islam. Terakhir, hatta di negeri yang mayoritas Muslim seperti Indonesia umat Islam tetap menjadi barang mainan, lihat kasus pembantaian Muslim di Poso, Maluku dll. Itu  semua  menunjukkan  akan  lemahnya  umat  ini dalam setiap lini  kehidupan, dan memang tantangan seperti ini akan senantiasa dihadapi selama dunia masih ada, tetapi Allah telah berjanji bahwa kebenaran akan selalu menang, dan kemenangan kebenaran itu harus dibawa dengan penuh rahmah yang didasari pada pemahaman agama yang benar, sehingga ia akan menjadi umat yang kuat.


TANTANGAN UMAT ISLAM


Kelemahan-kelemahan di atas sebenarnya disebabkan oleh dua faktor:

1.       Faktor External

“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.”
{QS. Ali Imran (3):186}

Faktor external ini diperankan oleh musuh-musuh yang memang tidak akan pernah suka melihat Islam tampil ke permukaan, sehingga mereka tidak akan pernah rela kepada umat Islam sebelum mereka (Muslimin) ikut ajaran mereka, sehingga berbagai cara mereka tempuh untuk menjegal umat Islam, cara dan  metode itu terangkum dalam tiga aksi berikut:
a.        Mengupayakan umat Islam agar menjadi ragu-ragu terhadap agamanya dengan membuka kesempatan bagi mahasiswa Muslim untuk studi Islam di negara-negara barat, akhirnya lahirlah para pemikir Islam yang berpola pikir seperti mereka.
b.       Memberikan pandangan yang buruk tentang Islam, dan penganutnya dengan tuduhan-tuduhan yang sebenarnya umat Islam itu bebas dari tuduhan itu, seperti Islam terorisme, haus darah dll, sehingga orang Islam menjadi phobi  terhadap agamanya sendiri.
c.        Menjadikan pola hidup umat Islam berkiblat kepada dunia barat, sehingga ukuran kemajuan dan kecanggihan selalu melihat dan merujuk kepada dunia barat.

2. Faktor Internal

Faktor utama yang menyebabkan kelemahan umat Islam adalah adanya kelemahan-kelemahan dari dalam umat Islam itu sendiri, sehingga disaat lemah secara internal kekuatan external sangat mudah mengalahkan dan menghancurkan mereka, kelemahan internal tersebut antara lain:
a.        Jauhnya umat ini dari dua sumber yang diwariskan oleh Rasulullah SAW yaitu Al-Qur'an dan Sunnah (baca: Islam), kerenggangan ini mengakibatkan, tidak adanya pemahaman terhadap Islam itu sendiri, sehingga kelemahan ini menimbulkan kelemahan kedua yaitu:
b.       Asing dan tidak mengetahui agama sendiri yang merupakan sumber kekuatan, sehingga mereka hidup tanpa pegangan. sehinggga saat ini menjadi sasaran dan obyek pihak luar, yang  mau tidak mau ini menimbulkan hal yang ketiga yaitu:
c.        Umat Islam hidup tidak menentu, mudah dijajah secara intelektual, ideologi bahkan mereka diserang secara fisikpun sulit untuk bergerak dan melakukan pembelaan, karena memang sudah lemah dari pelbagai lini dan sisi kehidupan, seperti yang telah digambarkan pada pendahuluan di atas.

REAKSI KITA


Demikian gambaran umat ini secara singkat, kini kita masih ada di atas permasalahan ini, sudah saatnya kita berbuat yang terbaik untuk diri dan masyarakat Islam agar umat ini mampu menjadi kompetitor yang cerdas dan simpatik, menjadi soko guru alam jagad raya ini, karena begitulah Rasulullah SAW mengajarkan kita membangun sebuah peradaban. Oleh karenanya ada beberapa agenda besar yang harus kita gelindingkan ke hadapan umat ini agar ia terbebas dari kelemahan ini diantaranya adalah:

1.       Mengembalikan aqidah dan keimanan umat secara benar.
Katakanlah:"Dialah Allah, Yang Maha Esa". (QS. Al-Ikhlas (112):1)
2.       Memahami Islam secara menyeluruh
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu.
{QS. Al-Baqarah (2):208}
3.       Memperkuat ukhuwah Islamiyah
“Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” {QS. Al Hujurat (49):10}
4.       Menyebarkan Islam dan memperjuangkannya
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siap yang dihendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”      
{QS. Al-Maaidah (5):54}


PENUTUP



Dengan demikian berarti kita sedang berupaya untuk melaksanakan wasiat yang pernah dipesankan oleh junjungan Nabi besar Muhammad SAW yang mengatakan:  Aku tinggalkan dua perkara, jika kalian berpegang teguh kepada keduanya kalian tidak akan pernah sesat selama-lamanya, yaitu Al-Qur'an dan Sunnah (HR Imam Malik ). Artinya kita akan kembali menjadi pengukir peradaban seperti beliau jika kita kembali kepada keduanya .         

kiisah jilbab ian

Assalamu’alaikum...
Ini critaku tentang adikku nur annisa , gadis yang baru beranjak dewasa namun rada Bengal dan tomboy Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun, perkembangan dari tingkah lakunya rada mengkhawatirkan
ibuku , banyak teman cowoknya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku sebagai seorang guru ngaji. Untuk mengantisipasi hal itu ibuku menyuruh adikku memakai jilbab , namun selalu ditolaknya hingga timbul pertengkaran pertengkaran kecil diantara mereka. Pernah satu kali adikku berkata dengan suara yang rada keras “ mama coba lihat deh , tetangga sebelah anaknya pakai jilbab namun kelakuannya ngga beda beda ama kita kita , malah teman teman ani yang disekolah pake jilbab dibawa om om , sering jalan jalan , masih mending ani, walaupun begini gini ani ngga pernah mo kaya gituan “, bila sudah Seperti itu ibuku hanya mengelus dada , kadangkala di akhir malam kulihat ibuku menangis , lirih terdengar doanya “ Ya Allah , kenalkan ani dengan hukum Engkau “. Pada satu hari didekat rumahku , ada tetangga baru yang baru pindah. Satu keluarga dimana mempunyai enam anak yang masih kecil kecil . Suaminya bernama Abu khoiri , (entah nama aslinya siapa) aku kenal dengannya waktu dimasjid.
Setelah beberapa lama mereka pindah timbul desas desus mengenai istri dari Abu khoiri yang tidak pernah keluar rumah , hingga dijuluki si buta , bisu dan tuli. Hal ini terdengar pula oleh Adikku , dan dia bertanya sama aku “ kak , memang yang baru pindah itu istrinya buta , bisu dan tuli ? “..trus aku jawab sambil lalu” kalau kamu mau datangin aja langsung rumahnya”. Eehhh tuh anak benar benar dating kerumah. Sekembalinya dari rumah tetanggaku , kulihat perubahan yang drastic pada wajahnya, wajahnya yang biasa cerah ngga pernah muram atau lesu mejadi pucat pasi..entah apa yang terjadi.? Namun tidak kusangka selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk di buatkan Jilbab ..yang panjang lagi..rok panjang , lengan panjang..aku sendiri jadi bingung..aku tambah bingung campur syukur kepada Allah SWT karena kulihat perubahan yang ajaib..yah kubilang ajaib karena dia berubah total..tidak banyak lagi anak cowok yang dating kerumah atau teman teman wanitanya untuk sekedar bicara yang ngga karuan..kulihat dia banyak merenung, banyak baca baca majalah islam yang biasanya dia suka beli majalah anak muda kaya gadis atau femina ganti jadi majalah majala islam , dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku ..tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur’annya , sholat sunat nya..dan yang lebih menakjubkan lagi..bila teman ku dating Dia menundukkan pandangan..Segala puji bagi Engkau ya Allah SWT jerit hatiku.. Tidak berapa lama aku dapat panggilan kerja di kalimantan , kerja di satu  perusahaan minyak . Dua bulan aku bekerja disana aku dapat kabar bahwa adikku sakit keras hingga ibuku memanggil ku untuk pulang ke rumah ( Rumahku di madiun). Di pesawat tak henti hentinya aku berdoa kepada Allah SWT agar Adikku di beri kesembuhan , namun aku hanya berusaha .ketika aku tiba di rumah..didepan pintu sudah banyak orang..tak dapat kutahan aku lari masuk kedalam rumah..kulihat ibuku menangis ..aku langsung menghampiri dan memeluk ibuku..sambil tersendat sendat ibuku bilang sama aku “ dhi , adikkmu bisa ucapkan kalimat Syahadah diakhir hidupnya “..tak dapat kutahan air mata ini...Setelah selesai acara penguburan dan lainnya , iseng aku masuk kamaradikku dan kulihat Diary diatas mejanya..diary yang slalu dia tulis , Diary tempat dia menghabiskan waktunya sebelum tidur kala kulihat sewaktu almarhumah adikku masih hidup ,,kemudian kubuka selembar demi selembar..hingga tertuju pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang slalu timbul di hatiku..perubahan yang terjadi ketika adikku baru pulang dari rumah Abu khoiri..disitu kulihat Tanya jawab antara adikku dan istri dari tetanggaku ..isinya seperti ini : Tanya jawab ( kulihat dilembaran itu banyak bekas airmata )  Annisa : aku berguman (wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari) .....ibu.. wajah ibu sangat muda dan cantik Istri tetanggaku : Alhamdulillah ..sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati
Annisa : tapi ibu kan udah punya anak enam ..tapi masih kelihatan cantik
Istri tetanggaku : Subhanallah ..sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT dan bila Allah SWT berkehendak..siapakah yang bias menolaknya
Annisa : Ibu..selama ini aku slalu disuruh memakai jilbab oleh ibuku .namun aku selalu menolak karena aku pikir ngga masalah aku ngga pakai jilbab Asal aku tidak macam macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab namun kelakuannya melebihi kami yang tidak memakai jilbab..hingga aku ngga Pernah mau untuk pakai jilbab..menurut ibu bagaimana
Istri tetanggaku : duhai annisa , sesungguhnya Allah SWT menjadikan Seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki , segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT nanti , jilbab adalah hijab untuk wanita...
Annisa : tapi yang kulihat banyak wanita jilbab yang kelakuannya ngga enak..
Istri Tetanggaku : Jilbab hanyalah kain , namun hakekat atau arti dari jilbab itu sendiri yang harus kita pahami 
Annisa : apa itu hakekat jilbab ?
Istri Tetanggaku : Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin , hijab mata Kamu dari memandang lelaki yang bukan muhrim kamu , hijab lidah kamu dari berghibah dan kesia siaan ..usahakan slalu berdzikir kepada Allah SWT , hijab telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat , hijab hidungmu dari mencium cium segala yang berbau busuk , hijab tangan tangan kamu dari berbuat yang tidak senonoh, hijab kaki kamu dari melangkah menuju maksiat , hijab pikiran kamu dari berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai nafsu kamu , hijab hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT , bila kamu sudah bisa maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu..itulah hakekat jilbab
Annisa : ibu aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab..mudah mudahan aku bisa pakai jilbab ..namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya Istri tetanggaku : Duhai nisa bila kamu memakai jilbab itu lah karunia dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat , bila kamu mensyukuri rahmat itu kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amala amalan jilbab hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT Duhai nisa ..ingat lah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan..ketika ditiup terompet yang kedua kali ..pada saat roh roh manusia seperti anai anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas ,yang tanahnya dari logam yang panas , tidak ada rumput maupun tumbuhan , ketika tujuh matahari didekatkan diatas kepala kita namun keadaan gelap gulita, ketika seluruh seluruh nabi ketakutan , ketika ibu
tidak memperdulikan anaknya , anak tidak memperdulikan
ibunya , sanak
saudara tidak kenal satu sama lain lagi , kadang satu
sama lain bisa
menjadi
musuh , satu kebaikan lebih berharga dari segala
sesuatu yang ada dialam
ini
,ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang
dan masing masing
hanya memperdulikan nasib dirinya , dan pada saat itu
ada yang berkeringat
karena rasa takut yang luar biasa hingga menenggelamkan
dirinya , dan rupa
rupa bentuk manusia bermacam macam tergantung dari
amalannya , ada yang
melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan
, ada yang
berbentuk
seperti hewan , ada yang berbentuk seperti syetan ,
semuanya
menangis..menangis karena hari itu Allah SWT murka
..belum pernah Allah
SWT
murka sebelum dan sesudah hari itu.hingga ribuan tahun
manusia didiamkan
Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hingga
Timbanga Mizan
digelar
itulah hari Hisab..
 
Duhai Annisa bila kita tidak berusaha untuk beramal
dihari ini , entah
dengan apa nanti kita menjawab bila kita di sidang oleh
Yang Maha Perkasa
  ,
Yang Maha Besar , Yang Maha Kuat , Yang Maha Agung .Allah SWT  .

Sampai disini aku baca diarynya karena kulihat

berhenti dan  banyak
tetesan
airmata yang jatuh dari pelupuk matanya..Subhanallah
..kubalik lembar
berikutnya dan kulihat tulisan : kemudian kulihat
tulisan kecil di
bawahnya
buta , tuli dan bisu..wanita yang tidak pernah melihat
lelaki selain
muhrimnya , wanita yanhg tidak pernah mau mendengar
perkara yang dapat
mengundang murka Allah SWT , wanita tidak pernah
berbicara ghibah dan
segala
sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia
 
tak tahan airmata ini pun jatuh.semoga Allah SWT menerima Adikku di sisinya..Amin Subhanallah ..aku harap cerita ini bisa menjadi iktibar bagi kita semua.
Wassalam...
[|:-) “Your Smile Will Make World Peace”

“Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah

shalawat dan salam
untuk
Rasulullah”
 
 
·        “Saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya”
“Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai...”










 By:Nyunyu